logo-mini

Share

All of Sudden

He’s going to his hometown, all of sudden.

Well not too suddenly kok. Biasanya kita ngerencanai dulu minimum 1-2 bulan sebelumnya. Untuk hal ini kami memang sudah merencanakan untuk pulang Payakumbuh bertiga (aku, Aba, Khalid) di bulan September. Namun karena satu dan lain hal, ia berangkat sendiri hari Senin ini.

Kami merencanakannya tidak sampai seminggu.

Ketika ia berangkat, aduh rasanya kok hampa, sedih, sepi. Hehe. Ga sekali dua kali sih ia pergi sendirian ke rumah, atau provinsi seberang.

“Lebay kali lu, Na!”

Iya, aku merasa kok aku manja banget ya hehe mungkin karena kami selalu bersama, di mana pun kapan pun. Kalau pu terpisah paling hanya beda kota Jakarta-Bogor hehe.

Btw bukan itu yang mau kubahas.

Sesuatu yang tiba-tiba itu agak mengagetkan, dan bikin shock. Perjalanan yang direncanakan kurang dari seminggu saja membuatku agak kebingunga, “eh bener nih besok Aba berangkat? Eh?” Bukan nya tidak ikhlas, insya allah aku siap, hanya mungkin tidak terbiasa. But that’s life, right?

Hanya saja terpikir padaku persiapan seminggu saja aku tidak siap. Apalagi suatu hal yang sifatnya tiba-tiba? All of sudden?

Apa aku sudah mempersiapkannya? Apakah kita sudah siap?

*maaf melow

6/32.     Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?    


Leave a Comment