logo-mini

Share

Kemandirian: Dot atau Sendok? #GameLevel2 #Day4

Assalamu’alaykum warrahmatullahi wabarakatuh 🙋

Hola apa kabar?
Hari ini terbesit dari lubuk hati terdalam kegalauan mamak-mamak baru *kupercaya ga cuma aku yg bingung dalam hal ini ketika baru memiliki anak pertama yang masih bayi*

Hal yang terbesit itu adalah: Dot atau Sendok?

Ketika Khalid lahir alhamdulillah ia mau langsung menyusu tanpa perantara alat dot atau sendok alias langsung. Namun ketika ia dirawat di Rumah Sakit karena kadang Bilirubinnya yang di atas normal, mengharuskan aku memompa ASI untuk bisa memberikan ASI Ekslusif kepada Khalid. Cerita perjuangannya sudah kutulis di Cerita Khalid (2): Struggle.

Dari sebelum melahirkan, aku cukup idealis menetapkan bahwa Khalid ga boleh pakai dot! Pakai Cup saja atau sendok! Tapi di Rumah Sakit ternyata Khalid diberi ASI dan Sufor (saat itu ASI ku belum cukup karena cukup stress hehehe) melalui dot oleh para perawat. Beberapa memberikanku edukasi bahwa sebaiknya pakai Cup atau Sendok dan beberapa perawat memberikan ASI/Sufor memang tidak menggunakan dot, tapi entahlah sepertinya dot lebih ‘mudah’ untuk mereka. Mungkin lebih efektif dan efisien.

Orang tua ku yang berkecimpung di dunia kesehatan menyarankanku percaya bahwa Khalid gapapa minum pakai dot. Toh Ibuknya pakai dot Hehehe.

Justruuu karena ituuu aku agak takut hahaha, aku pakai dot hingga kelas 3 SD -_-
Hahaha aku takut itu akan menurun ke Khalid. Dan jeng jeng jeng…

Engga kok, Khalid ga pakai dot sampai kelas 3 SD hehehe (Wallahualam, sekarang Khalid berumur 9 bulan saat tulisan ini dibuat hehe)
Ketakutan ku akan dot mulai muncul satu per satu. Khalid Bingung Puting keluar dari Rumah Sakit. Hufff. *tulisan yang di Blok berarti linked ke web yang menjelaskan arti kata yang di blok tersebut ya*

Akhirnya keluar dari rumah sakit aku dan Aba sepakat tidak mengenalkan Khalid pada dot. Sebisa mungkin menyusu langsung, jika memang mendesak, kami sepakat untuk menggunakan sendok.


Tapi Masya Allah ASI nya berceceran ke mana-mana 😥😥😥

Apalagi sejak Agustus lalu saat Khalid berusia 6 bulan aku memutuskan untuk melanjutkan pendidikan yg membuat Khalid harus dipaksa ‘mandiri’ minum ASI dan makan MPASI saat aku kuliah.

Setelah kami menimbang-menimbang, melatih mental kami (ya, mental kami juga harus dibangun, harus kuat melihat Khalid minum ASI dengan dot dan sendok 😫), dan melihat perkembangan Khalid, kami memutuskan untuk memberikan Khalid ASI melalui Dot saat dibutuhkan.

Mengapa?

Jika ditimbang-timbang, tentu kami Kontra sebenernya dengan Dot. Apalagi kami pernah mengalami Bingung Puting yg menyebabkan kenaikan Berat Badan Khalid di bawah rata-rata. *dugaan DSA=Dokter Spesialis Anak*

Kemudian mental, sungguh kami tak tega jika Khalid minum pakai sendok atau Cup 😫🙇
Tumpah ke mana-mana, dan dia seakan ‘terpaksa’ meneguk terlalu cepat huhuhu. Ini opini pribadi ya buibuk, jujur saya gakuaaaattt.

Jika dilihat dari perkembangan, Khalid sudah bisa minum dari Botol Dot dengan tangannya sendiri! Kayanya nyamaaaan banget 😍 Lucu banget Masya Allah Tabarakallah 💕💕💕

Akhirnya, ceklis satu untuk kemandirian ke-3 yang sudah Khalid kuasai (melanjutkan ceklis 2 di post sebelumnya) yaitu:

Minum Pakai Botol Dot Sendiri

Tapi alhamdulillah Khalid tetap mau minum ASI langsung saat sedang bersama ku, dan lancar meminum dengan botol dot saat aku tidak berada di dekatnya 😊

Alhamdulillah semoga kami bisa terus membersamai mu dalam seluruh pertumbuhan dan perkembangan mu ya, Nak. Semoga apa yang kami berikan dan sampaikan sesuai dengan syariat Allah SWT dan Khalid tumbuh menjadi pribadi yang sholeh, berakhlak mulia, pejuang Islam, penyejuk hati, pembahagia, dan pensejahtera keluarga dan seluruh ummat ya, Nak. Aamiin ya robbal alamin 😊

*eh jadi bikin surat kecil untuk Khalid*

Semoga bermanfaat yaaa
Fii amanillah

Wassalamu’alaykum warrahmatullahi wabarakatuh 💕


Leave a Comment