logo-mini

Share

Komunikasi Produktif #GameLevel1 #Day3 Sabar dan Soulmate

Assalamu’alaykum warrahmatullahi wabarakatuh ❤

Apa kabaaaaarrr? Masih menyimak komunikasi produktifku? Hehehe

Ini akan menjadi post yang singkat sepertinya.

Well, komunikasi produktif ku kali ini agak amburadul, emosi ku meledak dan nalarku menjadi pendek. Dari materi dijelaskan bahwa emosi akan berbanding terbalik dengan nalar. Jika aku ingin emosiku stabil, well nalar harus kuperpanjang.

Latihan ini tidak lah mudah. Belajarnya seumur hidup!
Penyampaian memang sangat penting.
Tapi yang jauh lebih penting lagi (menurutku) adalah tidak berharap lawan bicara kita memberikan respon yang sama.

Kecewa.

Oh ya, objek game ku kali ini beda lagi dengan postku sebelumnya.

Wajar ketika aku berharap lawan bicaraku akan merespon dengan baik, sekeras usaha ku dalam memilih kata, menerapkan intonasi, dan bahasa tubuh.

Namun, tidak wajar jika aku terlalu berharap lawan bicaraku paham akan caraku ini.
Respon mereka yang meluap-luap tentunya mempengaruhi ku dalam merespon kembali luapan nya. Yang malah lebih meluap lagi.

Dan kemudian aku menyesal.
Yah, habis marah biasanya kita sedih dan menyesal bukan?
Tapi banyak hikmah yang kuambil.
Salah satunya adalah menerima.
Menerima respon baik itu enak atau tidak.
Telanlah!
Itu yang akan menimpa kita agar lebih dewasa dalam menerapkan komunikasi produktif tentunya.

Tidak, aku tidak akan lelah…
Sabar merupakan salah satu kunci utama pembelajaran, bukan?

Hal lain yang kupelajari hari ini adalah mengenai hati.

Dulu aku tak paham mengapa orang yang sangat dicintai disebut soulmate.
Ah ternyata ini.
Ketika kita tak lelah membersamai mereka dalam suka dan duka.
Dalam pembelajaran bersama.
Ketika dia tidak berada di tempat yang sama, rasanya seperti haus.
Hilang separuh jiwa.
Terkatung-katung.
Ah, soulmate ❤


Leave a Comment